Kamis, 22 Juli 2021

Ini 4 Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Membuka Toko Offline

 Toko Roti




            Sebelum membuka toko fisik untuk bisnis Anda, pasti banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari perizinan gedung maupun ruko hingga menghitung gaji karyawan jika memang Anda membutuhkan karyawan untuk mengelola toko. Jika Anda memiliki atau menyewa ruko untuk bisnis Anda, perlu diketahui bahwa asuransi untuk properti di sini berperan penting dalam melindungi toko Anda. Asuransi properti untuk ruko akan memberikan perlindungan atas kerusakan yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga akibat berbagai macam risiko yang menjadi penyebabnya seperti kebakaran, sambaran petir, ledakan, gempa bumi, banjir, huru hara, kerusuhan, perbuatan jahat orang lain dan risiko lainnya. Selain itu, inilah 4 hal dasar lainnya yang harus dipersiapkan untuk membuka toko offline:

 

  1. Lokasi dan letak toko. Lokasi toko tentu akan menjadi penentu awal kesuksesan bisnis Anda nantinya. Semakin ramai penduduk, maka akan semakin banyak konsumen. Pilihlah area yang ramai dilalui orang dan banyak penduduknya. Nah, jika Anda kebetulan mendapatkan lokasi di daerah tidak banyak penduduknya tetapi tidak ada toko yang menjual jenis produk yang sama di sana, hal ini juga bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk didatangi banyak pembeli.

 

  1. Meriset kebutuhan masyarakat sekitar. Setelah memilih lokasi toko Anda, lakukanlah riset mengenai kebutuhan masyarakat di masa sekarang. Di masa pandemi ini orang-orang cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok untuk sehari-hari. Mungkin dari sini, Anda bisa memutuskan untuk berjualan sembako atau keperluan rumah tangga. Terlebih jika lokasi toko Anda ada di perumahan yang isinya ibu rumah tangga, mereka biasanya membutuhkan barang-barang untuk pekerjaan rumah tangga seperti alat-alat pembersih dan lain-lain.

 

  1. Catat daftar supplier. Jika sudah menentukan lokasi toko dan produk apa yang akan dijual, Anda harus langsung mencari data supplier untuk memasok produk untuk toko. Tentu tidak akan mudah untuk menentukan supplier karena pasti Anda akan membutuhkan supplier yang berbeda-beda di setiap produknya. Namun jangan khawatir, Anda dapat mengaturnya dengan cara semisal mencatat bahwa supplier A memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya mahal, sedangkan supplier B tidak memiliki jenis beras yang Anda inginkan namun harganya sangat murah. Di sini Anda bisa menentukan mana supplier yang akan dipilih. Jangan lupa lakukan riset juga terhadap calon pembeli sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

  1. Menyiapkan berkas penting. Yang satu ini tentu sudah Anda pikirkan sebelumnya, bukan? Simpan berkas-berkas penting Anda agar mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ancaman pidana. Hal yang biasanya disiapkan oleh para pemilik usaha perseorangan yang dijalankan oleh mereka sendiri adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sejalan dengan UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Selain itu, simpanlah beberapa berkas lainnya seperti Perjanjian Sewa Menyewa, Izin Mendirikan Bangunan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

 

Itulah 4 hal mendasar yang harus Anda perhatikan dalam membuka toko offline. Jika Anda disiplin, seiring berjalannya waktu, yakinlah bahwa usaha Anda akan menghasilkan pengalaman yang berharga dan keuntungan yang besar. Semoga bermanfaat, ya

1 komentar: